Thursday, August 27, 2015

6 Tips mencegah anemia (kurang darah)

Anemia adalah suatu kondisi di mana tubuh kita kekurangan sel darah merah dari segi kualitas ataupun kuantitas. Anemia biasanya diikuti dengan beberapa gejala awal seperti lemas, mudah lelah dan kurang bersemangat. Secara umum penyakit ini tidak begitu berbahaya dan tidak menimbulkn kematian, tetapi dalam kasus parah bisa menyebabkan masalah kesehatan yang cukup serius. Jika anemia terjadi pada ibu hamil dengan kadar hemoglobin kurang dari 6 g/dL, maka dapat menimbulkan komplikasi yang serius pada ibu dan janin, bahkan dalam kasus tertentu bisa mengakibatkan gagal jantung pada ibu.

Bahaya anemia juga diungkap dalam sebuah penelitian di University of California, San Francisco dan American Academy of Neurology. Dalam penelitian yang diikuti sekitar 2.552 orang dewasa antara usia 70 sampai 79 tahun tersebut menunjukkan, orang yang mengalami anemia memiliki resiko lebih tinggi hingga 41% mengalami demensia (penurunan fungsional otak, termasuk memori). Penelitian tersebut dilakukan dalam kurun waktu 11 tahun.

mencegah anemia
Ilustrasi anemia
Mengingat anemia memiliki dampak buruk bagi kesehatan, sudah seharusnya kita berupaya untuk mencegahnya dengan melakukan beberapa tips beriku ini:

1. Penuhi kebutuhan zat besi. Zat besi sering dianggap sebagai nutrisi utama untuk menambah darah. Hal ini dikarenakan sel darah merah terbentuk dari protein dan zat besi. Anemia sering disebabkan karena kita kurang mengkonsumsi makanan yang mengandung tinggi zat besi seperti hati ayam, daging merah dan sayuran seperti  bayam.

2. Penuhi kebutuhan vitamin B-12. Selain zat besi nutrisi yang tidak boleh anda lupakan adalah vitamin B-12. Bersama dengan zat besi nutrisi ini sangat penting dalam mencegah anemia. Beberapa makanan yang diketahui mengandung tinggi vitamin B-12 diantaranya susu, daging, telur dan seafood.

3. Cukupi asupan vitamin C. Vitamin C adalah nutrisi penting untuk meningkatkan sistem imun tubuh. Fungsi vitamin C sangat banyak sekali bagi kesehatan, diantaranya menangkal efek buruk radikal bebas dan membantu penyerapan zat besi. Jika zat besi bisa diserap maksimal oleh tubuh, maka hal ini akan membantu anda mencegah anemia (kurang darah). Jadi, selain mengkonsumsi makanan tinggi zat besi sebaiknya anda juga memenuhi kebutuhan vitamin C harian. Beberapa buah dengan tinggi vitamin C diantaranya; Jeruk, kiwi, strawberry dan markisa.

4. Penuhi kebutuhan protein. Jika anda berfikir fungsi protein hanya untuk pembentukan otot saja, maka anda salah. Protein memiliki banyak kegunaan di dalam tubuh kita diantaranya pembentukan sel darah merah, sumber energi dan perbaikan sel. Ada banyak makanan dengan tinggi protein diantaranya: ikan, dagin sapi, daging ayam dan seafood. Jika anda membutuhkan asupan protein dari sumber nabati, mungkin beberapa makanan seperti brokoli, jamur, kedelai dan kacang almond bisa menjadi pilihan.

5. Kurangi makanan penghambat zat besi. Selain mengkonsumsi makanan penambah darah di atas, sebaiknya anda juga harus mengurangi konsumsi makanan yang dapat menghambat penyerapan zat besi seperti teh, cokelat dan kopi. Sebenarnya makanan di atas boleh-boleh saja dikonumsi, tetapi dalam batas yang wajar dan jangan berlebihan.

6. Hindari begadang. Jika sering tidur terlalu malam maka anda akan memiliki resiko lebih besar mengalami anemia. Selain itu tidur terlalu malam juga tidak baik bagi kesehatan, seperti memicu penyakit kanker. Untuk itu sebaiknya dapatkan waktu istirahat yang cukup terutama di malam hari. Usahakan anda tidur tidak lebih dari jam 10.30 pm.

Ingat,,tips di atas hanya bersifat mencegah dan mungkin hanya bisa membantu mengatasi anemia ringan, oleh sebab itu, jika anda mengalami anemia berat sebaiknya konsultasikan ke dokter atau tenaga medis profesional.
loading...