6 Makanan yang menyebabkan keguguran (mitos dan fakta)

Makanan penyebab keguguran tentu harus sangat dihindari wanita hamil, bahkan bagi Anda yang sedang tidak hamil sebaiknya mengetahui makanan apa saja yang bisa menyebabkan keguguran. Namun, banyak orang mengetahui makanan yang menyebabkan keguguran hanya berdasarkan cerita orang tua dulu. Padahal informasi tentang  hal kehamilan harus berdasarkan fakta yang sudah teruji secara ilmiah. Berikut ini adalah penjelasan tentang mitos dan fakta dari makanan yang menyebabkan keguguran:
makanan penyebab keguguran
ilustrasi makanan penyebab keguguran

1. Buah Nanas. Buah yang satu ini mungkin menduduki peringkat pertama sebagai makanan yang menyebabkan keguguran, baik mengonsumsinya dalam bentuk buah asli, jus bahkan campuran salad, asinan dan rujak. Lalu mitos atau fakta jika wanita hamil mengonsumsi buah nanas akan mengalami keguguran? Jawabannya adalah belum diketahui secara pasti. Meski sudah banyak penelitian yang mencari tahu hubungan mengonsumsi buah nanas dengan keguguran tetapi belum ada kesimpulan pasti tentang hal ini. Namun dari penelitian tersebut diketahui beberapa hal yang berkaitan dengan buah nanas dan kehamilan.

Bromelin

Bromelin  merupakan salah satu senyawa yang terdapat di buah nanas yang dapat melunakkan daging. Karena hal tersebut maka wanita hamil yang mengonsumsi nanas dikhawatirkan dinding rahimnya bisa melunak kemudian janin terlepas sehingga terjadilah keguguran.

Hal ini umumnya terjadi karena mengonsumsi buah nanas yang masih hijau dan mentah di awal kehamilan, sehingga bisa menginduksi aktivitas uterus. Selain itu, mengonsumsi buah nanas yang belum matang juga bisa membuat rahim berkontraksi, dan diare.

Namun, kandungan senyawa bromelin pada buah nanas sangat kecil, sehingga kecil kemungkinan bisa langsung  mengakibatkan keguguran.

Pestisida atau zat kimia lain

Selain memiliki tingkat keasam yang tinggi, mengonsumsi nanas yang belum matang juga ditakutkan masih mengandungan pestisida atau zat kimia lain yang berbahaya bagi janin di dalam kandungan.

Kesimpulannya meski belum diketahui secara pasti, tetapi nanas mengandung vitamin, mineral, serat dan enzim yang diperlukan tubuh, seperti vitamin C, lemak dan sodium. Untuk wanita hamil sebaiknya membatasi jumlah konsumsi nanas, dan pastikan nanas yang dikonsumsi manis dan sudah matang.

2. Pepaya. Pepaya merupakan buah kedua setelah nanas yang disebut-sebut sebagai makanan yang menyebabkan keguguran, baik mengonsumsinya dalam bentuk buah asli, jus bahkan campuran salad, asinan dan rujak. Lalu mitos atau fakta jika wanita hamil mengonsumsi buah pepaya akan mengalami keguguran? Jawabannya masih belum diketahui secara pasti.

Dari hasil penelitian diketahui sebuah fakta yang berkaitan dengan buah pepaya dan kehamilan, yaitu papain. Papain atau sayuran pepsin merupakan enzim yang terkandung pada pepaya yang gunanya membantu menenangkan pencernaan. Papain ini ditemukan dalam lateks buah, dan umumnya lateks ini terdapat pada pepaya mentah dan semi matang. Zat lateks dengan konsentrasi tinggi bisa menyebabkan terjadinya kontraksi rahim yang selajutnya berakibat pada keguguran.

Meski belum diketahui secara pasti apakah mengonsumsi pepaya matang benar-benar aman untuk wanita hamil, tetapi pepaya memang bisa menjadi sumber nutrisi yang diperlukan tubuh, seperti vitamin C, vitamin E, serat dan asam folat.

3. Keju. Keju merupakan produk olahan susu yang nikmat dikonsumsi. Namun beredar mitos jika keju adalah makanan yang menyebabkan keguguran, sehingga tidak boleh dikonsumsi wanita hamil? Jawabannya adalah bergantung pada jenis keju. Mengapa jenis keju? Sebab keju mengalami beberapa proses pengolahan yang berpengaruh pada hasil akhirnya.

Sebaiknya wanita hamil menghindari keju dengan tekstur keras karena terdapat listeria yang bisa mengakibatkan keguguran bahkan kematian pada ibu dan calon bayi. Serta hindari keju lembut, seperti keju camembert, keju roquefort, dan keju brie yang mengandung jamur dan bakteri e.coli yang akan sangat buruk jika dikonsumsi selama kehamilan. Untuk itu, wanita hamil sebaiknya mengonsumsi keju bertekstur lunak, seperti keju mozzarella dan keju feta yang terbuat dari susu pasteurisasi.  Selain itu pastikan jika Anda tidak alergi atau mengalami gangguan lainnya jika mengonsumsi keju.

4. Kacang-kacangan. Mungkin Anda tidak tahu jika kacang pernah dikategorikan sebagai makanan yang menyebabkan keguguran, terutama kacang tanah. Memang faktanya, pemerintah Inggris pernah mengeluarkan aturan agar wanita hamil tidak makan kacang.

Namun, berdasarkan hasil penelitian terbaru yang dilakukan di Amerika menunjukan jika wanita hamil mengonsumsi kacang akan memicu terjadinya alergi pada bayi dilahirkan. Terutama jika sang ibu mengonsumsi banyak kacang pada trimester ketiga kehamilan. Hal paling parah dari alergi kacang adalah terjadinya anaphylactic shock, yaitu kondisi tenggorokan menutup sehingga penderitanya tidak mampu bernapas dan berakibat kematian. Di Indonesia beredar mitos jika wanita hamil mengonsumsi kacang hijau bisa membuat rambut bayi lebat. Faktanya lebat tidaknya rambut bayi tidak bergantung pada asupan kacang hijau, tetapi faktor genetik dan kecukupan gizi. Kacang hijau sendiri mengandung vitamin B1, vitamin B6, vitamin B12, dan tinggi serat.

5. Daging dan makanan laut. Faktanya memang daging dan makanan laut tidak dikategorikan sebagai bahan makanan yang menyebabkan keguguran, tetapi pastikan jika bahan makan tersebut sudah bersih dari darah, tidak mengadung virus, bakteri bahkan zat berbahaya. Untuk itu cara  pengolahan bahan makanan menjadi hal terpenting bagi wanita hamil. Untuk itu wanita hamil  sebaiknya menghindari konsumsi makanan mentah, makanan setengah matang, unggas, dan ikan.

Daging merah maupun putih yang dimasak setengah matang atau mentah bisa saja masih mengandung bakteri salmonela dan parasit toksoplasmosis yang sangat buruk bagi  wanita hamil maupun bayi di dalam kandungan. Selain itu, bahan makanan, seperti irisan daging, dan susu non-pasteurisasi bisa saja mengandung listeria, yaitu  bakteri yang mengontaminasi bahan makanan sehingga menyebabkan terjadinya keguguran.

Sementara daging ikan yang masih mentah dikhawatirkan tercemar zat merkuri yang cukup tinggi dan berbahaya bagi bayi. Hal ini termasuk dengan membatasi jumlah konsumsi bahan makanan kalengan seperti tuna kaleng karena pada makanan kaleng bisa saja terdapat zat merkuri yang berbahaya bagi tubuh dan merusak sistem saraf janin yang ada di dalam kandungan. Selain itu, wanita hamil juga sebaiknya menghindari bahan makan dari ikan hiu  marlin, dan ikan todak. Kemudian wanita hamil sangat disarankan mengurangi konsumsi  makanan yang digoreng.

6. Hati. Faktanya wanita hamil sangat suka mengonsumsi hati selama masa kehamilan. Namun tahukah Anda bahwa hati dikategorikan sebagai makanan yang menyebabkan keguguran, terutama pada usia kehamilan dua bulan. Bagi wanita yang sedang tidak hamil, hati memang bermanfaat karena mengandung banyak nutrisi,  terutama vitamin A. Tetapi pada masa kehamilan, vitamin A dari organ hati hewan bisa berubah menjadi senyawa jahat yang menyebabkan keguguran.

Terlepas dari mitos dan fakta yang beredar, makanan di atas sudah terlanjur menjadi pantangan bagi ibu hamil. Semoga informasi yang sudah dijelaskan di atas bisa memudahkan Anda memahami alasan mengapa makanan yang menyebabkan keguguran berbahaya bagi Anda dan janin yang sedang dikandung. Untuk itu mulai sekarang jangan terjebak lagi pada mitos-mitos yang berkembang di masyarakat, terutama pada mitos makanan yang menyebabkan keguguran.
loading...