Mitos dan fakta seputar kehamilan yang perlu diketahui

Setiap perempuan pasti setuju jika kehamilan adalah salah satu momen terindah dalam hidup. Oleh karenanya, kehamilan adalah momen penting yang harus diperhatikan perkembangannya, jangan sampai proses kehamilan Anda terganggu. Berbicara mengenai fakta dan mitos, di dalam proses kehamilan pun ada fakta dan mitos yang harus Anda ketahui dengan baik. Ada banyak mitos kehamilan yang sudah kadung beredar di masyarakat, tidak boleh melakukan hal ini dan itu, padahal belum tentu semua mitos itu benar. Cari tahu info-info mengenai kehamilan secara faktual, jangan sampai lebih mempercayai mitos daripada fakta.
fakta seputar kehamilan
image by pixabay.com ibu hamil

Salah satu contoh mitos kehamilan adalah sebagai berikut. Menurut mitos, seorang ibu hamil tidak boleh mengonsumsi ikan lele. Alasannya adalah karena jika ibu hamil mengonsumsi ikan lele pada saat kehamilan, maka anak yang dilahirkannya nanti adalah anak yang tidak bisa diam. Padahal faktanya adalah tidak masalah jika ibu hamil mengonsumsi ikan lele selama ikan lele yang akan dikonsumsi adalah ikan lele yang hidup di tambak yang kebersihannya terjaga. Namun tentu saja jika ikan lele yang dikonsumsi adalah ikan lele yang hidup dari air yang tercemar, maka ikan tersebut tidak baik untuk kesehatan ibu hamil tersebut karena membuat janin terkena penyakit yang tidak diinginkan. Mitos adalah sebagian fakta sehingga kebenarannya tidak seratus persen. Akan tetapi, jika seorang ibu hamil mencari tahu terlebih dahulu kebenaran mengenai mitos tersebut dan mengetahui bahwa mitos tersebut berkaitan dengan medis, maka hal ini patut diapresiasi karena mengandung kebaikan.

Mitos dan fakta merupakan dua hal yang tidak terpisahkan. Oleh karenanya, penting untuk mengetahui mitos dan fakta yang berkaitan dengan kehamilan sehingga para ibu hamil dapat tenang dan rileks dengan kehamilannya. Makanan adalah salah satu faktor yang penting selama proses kehamilan berlangsung. Karena asupan makanan penting, maka tidak mengherankan juga apabila bannyak sekali mitos yang berkaitan dengan makanan. Banyak orang tua yang menyuruh anaknya untuk melakukan beberapa mitos yang berkaitan dengan makanan dengan harapan bahwa anaknya akan berkembang dengan baik.

Kelapa, buah yang satu ini memiliki banyak manfaat, mulai dari bagian daun hingga tempurungnya. Beberapa dari bagian kelapa juga memiliki manfaat yang baik untuk kesehatan ibu hamil, salah satunya adalah air kelapa muda. Ada banyak mitos yang berkaitan dengan air kelapa muda, apa sajakah mitos tersebut?

Mitos pertama adalah air kelapa muda menjadikan kulit bayi putih. Konon ketika ibu hamil meminum air kelapa muda, maka kulit bayinya nanti akan putih. Hal ini juga banyak disarankan oleh orang tua kepada anaknya yang sedang hamil. Padahal faktanya adalah putih tidaknya kulit bayi ditentukan dari pigmen yang dimiliki oleh kedua orang tuanya. Orang tua yang memiliki pigmen hitam tidak mungkin memiliki bayi yang berkulit putih. Jadi bisa dikatakan bahwa air kelapa muda membuat kulit bayi putih itu tidak benar.

Mitos yang kedua adalah mitos yang berkaitan dengan air ketuban. Konon katanya jika banyak meminum air kelapa muda, maka air ketubannya jernih. Mitos ini ternyata sebuah fakta karena hal ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh ahli medis bahwa ibu hamil yang rutin mengonsumsi air kelapa muda memiliki air ketuban yang lebih jernih dan putih sehingga terhindar dari proses pengapuran. Namun, ada beberapa mitos yang betul-betul mitos seperti air kelapa muda yang konon dapat melancarkan persalinan. Sampai saat ini, belum ada penelitian yang mengatakan bahwa air kelapa muda dapat melancarkan persalinan. Selain itu, air kelapa muda juga tidak dapat menyuburkan rambut karena tidak ada hubungannya antara air kelapa dengan kesuburan rambut. Faktor genetiklah yang menentukan kesuburan rambut seseorang.

Selain air kelapa muda, rebusan kacang hijau juga termasuk mitos yang sering ditemui bagi para ibu hamil. Konon katanya dengan meminum rebusan air kacang hijau, maka bayi yang dikandung memiliki rambut yang lebat.  Padahal faktanya adalah gen orang tua yang menentukan lebat tidaknya rambut seorang bayi. Apabila orang tua memiliki gen rambut lebat, maka anaknya juga memiliki rambut yang lebat, dan hal ini juga berlaku sebaliknya.

Setelah air kelapa muda dan rebusan kacang hijau, mitos selanjutnya adalah mitos yang berkaitan dengan makanan pedas. Banyak mitos beredar yang mengatakan bahwa ibu hamil tidak boleh mengonsumsi makanan pedas. Salah satu mitosnya mengatakan bahwa makanan pedas dapat membuat bayi menjadi botak, padahal mitos tersebut tidak benar.Makanan pedas juga tidak berhubungan dengan persalinan sehingga anggapan yang mengatakan bahwa mengonsumsi makanan pedas dapat memperlancar persalinan itu tidak benar. Fakta yang berkaitan dengan makanan pedas adalah ibu hamil bisa terkena diare dan dapat mengalami masalah pada pencernaan akibat mengonsumsi makanan pedas yang berlebihan. Ketika diare, ibu hamil rentan terkena dehidrasi.

Ada juga mitos yang berkaitan dengan susu kedelai. Salah satu mitosnya adalah kulit bayi bisa putih jika ibu hamil mengonsumsi susu kedelai. Hal ini adalah mitos karena kulit putih dipengaruhi oleh gen. Selain susu kedelai, berbagai jenis olahan yang berbahan dasar kedelai juga tidak memengaruhi kulit bayi, karena putih tidaknya kulit bayi berasal dari pigmen kedua orang tuanya.

Buah-buahan pun ternyata memiliki banyak mitos. Konon katanya jika terlalu banyak makan jeruk, maka paru-paru bayi bisa berlendir dan kulit bayi menjadi berwarna kuning. Mitos ini tidak benar karena jeruk sebenarnya adalah makanan sehat bagi ibu hamil, adapun kandungan Vitamin C yang dimiliki oleh buah-buahan justru baik untuk meningkatkan sistem imun dan juga baik untuk penyerapan sistem imun dan zat besi bagi ibu hamil.

Tidak hanya itu, es juga termasuk kedalam mitos bagi ibu hamil. Konon katanya ketika ibu hamil banyak mengonsumsi es, maka janinnya membesar. Hal ini merupakan fakta karena jika ibu hamil mengonsumsi es yang dicampur dengan glukosa, maka janin yang membesar bisa terjadi karena glukosa memiliki kandungan gula yang tinggi. Hal ini tidak berlaku untuk es yang dicampur dengan air putih. Baca juga 9 Pantangan bagi ibu hamil

Dari segi buah-buahan, ada beberapa buah yang dilarang untuk dikonsumsi selama hamil seperti nanas dan durian, khususnya jika ibu hamil sedang hamil muda. Apabila ibu hamil sudah memasuki masa hamil tua, maka konsumsi buah nanas matang dan durian matang diperbolehkan karena memiliki kandungan vitamin C yang tinggi. Hal ini juga berlaku juga untuk buah  pisang dan timun karena banyak mengandung serat dan vitamin. 
loading...